Spread the love

Kasus Sengketa Tanah di Kelurahan Ujung Menteng Jakarta Timur kali ini memang patut menjadi perhatian Satgas Mafia Tanah, lantaran diduga kuat Mafia Tanah yang mengincar tanah milik ahli waris Thio Saj Eng ini memperalat orang nomor satu di Kotamadya Jakarta Timur dan Kepala Kantor ATR/ BPN Jakarta Timur .

Maklum Tanah 4000 M2 dengan nilai 80 milyar rupiah di Jalan Raya Cakung ini sudah masuk dalam peta inventarisir Pemprov DKI Jakarta yang akan dibebaskan Dinas Bina Marga, inilah yang menjadi rangsangan para bandit tanah melakukan cara apapun demi meraup keuntungan haram dari Anggaran Pemprov DKI Jakarta.

Peristiwa pembajakan tanah milik ahliwaris Thio Saj Eng di Kelurahan Ujung Menteng bukan kali pertama terjadi.

Tahun 2003 pada Proyek Pembebasan Tanah Banjir Kanal Timur (BKT) ahli waris Nausin Bin Niun bekerjasama dengan Oknum Walikota Jakarta Timur dan BPN Jakarta Timur berhasil membobol dana konsinyasi Pemprov DKI yang dititipkan di PN Jakarta Timur sebesar 45 milyar rupiah, yang hingga saat ini mereka menghirup udara bebas dan menikmati uang jarahan milik negara .

Beda dahulu , beda saat ini. Dulu pada tahun 2003 BPN Jakarta Timur berperan menerbitkan SHM Nausin Bin Niun dalam waktu 9 hari yang kemudian SHM ini menjadi tiket membobol uang milik negara di PN Jakarta Timur.

Saat ini BPN berelaborasi dengan Oknum Walikota madya Jakarta Timur dan Lurah Ujung Menteng menerbitkan 6 SHM yang kesemuanya atas nama Ahli Waris Nausin Bin Niun bukan Ahli Waris Thio Saja Eng.

Kagetnya luar biasa ahli waris Thio Saja Eng, karena tanah seluas 4,2 ha ketika di afirmasi ke BPN Jaktim sudah terbit 6 Sertifikat seluas 2 ha bukan atas nama mereka .

” Bagaimana mungkin bisa terbit Sertifikat melalui PTSL , Girik C 55 Nausin Bin Niun tidak tercatat di Buku C Kelurahan. SPPT Tanah tersebut juga sudah dimutasi atas nama kami dan kami sudah dimediasi oleh Pak Anwar Walikota Jakarta Timur , yang dalam pemaparan di forum itu dihadiri Walikota Anwar sendiri , Lurah Ujung Menteng Syahrudin , ahli waris Thio Saj Eng dan Pengacara Kami, dan sudah ditarik kesimpulan Tanah C 55 atas nama Nausi Bin Niun tersebut tidak memiliki alas hak dikelurahan alias tidak tercatat di buku kelurahan alias Girik Bodong ,” ujar Chici kepada awak mediasengketa.com , Selasa 19 Maret 2022.

Pengacara Ahli Waris Thio Saj Eng, Tampubolon juga berang atas munculnya SHM atas nama Ahli Waris Nausin Bin Niun dan sudah melayangkan Somasi kepada BPN Jakarta Timur , namun hingga berita ini diterbitkan tidak mendapatkan respon dari BPN Jakarta Timur.

” Keterlaluan BPN dan Bapak Walikota Anwar , saya sendiri yang mewakili ahliwaris dalam rapat bersama walikota dan sudah jelas Tanah C55 Nausin Bin Niun tidak tercatat di Kelurahan Ujung Menteng dan Kelurahan¬† Medan Satria asal wilayah tanah itu, mengapa tetap dipaksa terbit, ini luar biasa¬† , ” Tegas Tampubolon saat ditemui mediasengketa.com di Kantornya Sunter Permai 18 Maret 2022 lalu.

Saat mediasengketa.com mengkonfirmasi Ketua RT dan Ketua RW setempat yang merupakan panitia ajudiksi PTSL tanah di wilayah RT 007 RW 05 Ujung Menteng, mereka juga kebingungan. “Mengapa SHM bisa muncul kami tidak tau sama sekali ? Kami ini panitia PTSL Ini jelas ada permainan di BPN,” kata Sarwono Ketua RW 05.

” Kami kali ini mengajukan Mediasi dan Somasi ke Kasi Sengketa BPN Jakarta Timur agar kami dapat mendengarkan alasan dari BPN mengapa Sertifikat itu bisa timbul, jika BPN tidak merespon Surat Mediasi dan Somasi kami , dengan sangat terpaksa kami bersama dengan sejumlah LSM dan masyarakat korban mafia tanah akan berunjuk rasa ke BPN , Mabes Polri dan Kementerian ATR/ BPN samapai ke Istana ,” Ujar Chici geram. ( Donny)